Apakah Minyak Mani Gajah itu Najis?

Kumpulan Artikel Lainnya » Apakah Minyak Mani Gajah itu Najis?

Mungkin masih ada sebagian dari Anda yang bertanya tentang pertanyaan diatas, apakah tidak najis jika menggunakan minyak Mani Gajah untuk sholat? Memang benar sejarah Mani Gajah menyatakan bahwa batu/kristal, minyak/cairan Mani Gajah itu berasal dari air mani, tetapi yang perlu Anda ketahui mani yang digunakan tersebut sudah menyatu dengan tanah dan berbagai mineral bumi lainnya yang kemudian mengeras membatu atau mengkristal. Dan juga sudah berusia ribuan tahun. Jadi sudah berubah dari bentuk aslinya. Ada beberapa pandangan ulama mengenai hukum air mani sebagai berikut:

  1. Mani itu najis seperti halnya air seni, maka jika ada pakaian yang terkena cairan mani bila mau digunakan untuk shalat maka harus dicuci terlebih dahulu (baik pakaian yang terkena mani tadi sudah kering atau masih basah). Menurut pendapat ini bila seseorang shalat menggunakan pakaian yang terkena mani ini, tentu shalat nya tidak sah dan shalat nya harus diulang dengan menggunakan pakaian lain yang bersih dan suci.

  2. Mani itu najis. namun kalau bekas mani yang menempel pada pakaian tersebut sudah kering cukup dengan menghilangkan bekas maninya dengan cara dikerik, digosok atau sejenisnya, tidak perlu dicuci dan shalat nya sah. Kalau air maninya yang terkena pakaian masih basah maka tidak boleh digunakan untuk shalat dan shalat nya juga tidak sah, karena kalau masih basah dianggap masih najis.

  3. Air mani itu suci, maka orang yang shalat dengan pakaian yang terkena mani sah shalat nya baik dalam keadaan masih basah atau sudah kering. Namun bila mani yang menempel sudah kering pada pakaian yang terkena mani dari mimpi basah tersebut maka dianjurkan agar bekas mani dari mimpi basah tersebut dikerik atau dihilangkan bila sudah kering. Anjuran tersebut berdasarkan hadits Aisyah RA : “Aku pernah mengerik mani (yang menempel) pada pakaian Rasulullah SAW bila sudah kering dan aku cuci bila masih basah”. (HR. Daruquthni)

Pendapat ketiga inilah yang banyak dipilih oleh para ulama karena dianggap paling kuat. Lalu bila kita cenderung dan yakin bahwa air mani itu suci, ada hal yang tidak boleh dilupakan yaitu mandi wajib. walau pun seseorang shalat menggunakan pakaian yang terkena mani ini sah hukumnya, namun jangan lupa untuk madi wajib dulu terlebih dahulu, karena dia telah bermimpi basah keluar mani. Kami berharap penjelasan ini memberikan pengetahuan kepada kita yang belum mengetahuinya, dan semoga Allah SWT menerima ibadah kita semua.

Mani Gajah merupakan sarana atau media pengasihan yang memiliki daya pemikat tingkat tinggi. Tersohor akan daya pemikat yang dimilikinya, Mani Gajah banyak diburu oleh para petualang cinta. Mereka yang memiliki urusan asmara, ingin didekatkan dengan pasangan hidupnya dan menjalin kerukunan dengan lawan jenis merupakan suatu keinginan yang banyak diharapkan oleh setiap orang.

Mani Gajah dengan mendayagunakan energi pengasihan yang dimilikinya untuk melipatgandakan pancaran daya tarik seseorang sekaligus mengolah cakra jantung sebagai pusat segala macam emosi dan perasaan. Energi Mani Gajah juga akan secara otomatis membuka aura kecantikan/ketampanan dan aura pengasihan orang yang memilikinya.

Sarana atau media pengasihan yang memiliki dua bentuk yakni Batu dan Minyak ini merupakan solusi spiritual yang akan menyempurnakan kehidupan asmara Anda. Di tangan Ustadz Ajib Mustajib Mani Gajah diisi dengan doa-doa khusus yang pada akhirnya memperkuat energi pemikat yang terkandung di dalam nya. Penjelasan lengkap tentang Mani Gajah dapat Anda baca DISINI!