Filosofi Dari Mani Gajah

Kumpulan Artikel Lainnya » Filosofi Dari Mani Gajah

Cinta kadang kaitan nya dengan masalah antara pria dan wanita. Namun tak jarang juga jika cinta terjadi pada pria dengen pria. Atau wanita dengan wanita. Atau apalah itu, terserah saja. Banyak yang sampai dibuat linglung hanya kerena cinta. Cinta dihianati. Padahal bisa saja memang Anda yang sudah berubah dan dirinya sudah mulai sibuk dengan urusan nya sendiri.

Sampai klien yang datang untuk berkonsultasi ini sudah bisa dikategorikan tampan dan mapan. Sayang nya selalu gagal dalam memikat wanita. Padahal si pria ini ya bisa diktakan sedang mencari calon pasangan hidup yang sah. Waktu saya tanya, apakah beliau mencari yang sempurna? Beliau pun menjawab tidak. Entah ada dibagian mana salahnya.

Masalah yang selalu gagal mengikat wanita ini sebenernya bukan masalah yang sepele. Tetapi cukup serius. Banyak wanita berkeliaran tetapi satu pun tak ada nampak di matanya.

Singkat yang dikatakan nya begini. Jadi, si klien ini pun sebeleum datang menemui saya memang sudah melakukan berbagai saran yang dierikan teman-teman nya. Bahkan pernah sekali mendatangi paranormal namun gagal juga. Saya jadi berpikir, apa segini beratnya jika ditolak wanita?

Dari pengalaman klien yang sebelum nya, saya pun akhirnya menyarankan untuk menggunakan Mani Gajah. Mani Gajah memang sudah tterkenal sejak jamn nenek monyang. Bahkan bisa dikatakan jika Mani Gajah ini adalah the legend of pengasihan. Asrtinya memang sudah sangat terkenal dari jaman dulu.

Mani Gajah adalah sebuah mani dari gajah yang sudah tertimbun sejak lama. Selain itu, Gajah adalah salah satu binatang yang sangat setia dengan psangan nya. Itulah kenapa pnegasihan Mani Gajah ini sangat bagus digunakan untuk mereka yang mencari pengasihan.

Satu hal yang tidak semua orang tahu jika untuk memahar Mani Gajah ini butuh tekad dan keseriusan. Bukan hanya sekedar suka dan tidak berniat untuk menjadikan nya pasangan yang sah. Jika hanya asal, lebih baik jangan.

Semoga bermanfaat

Ust. Ajib