Inilah Alasan Islam Menganjurkan Menggunakan Mani Gajah

Kumpulan Artikel Lainnya » Inilah Alasan Islam Menganjurkan Menggunakan Mani Gajah

Setiap penyakit pasti ada obatnya, begitu juga dengan masalah. Setiap masalah juga pasti ada jalan keluarnya. Pada dasarnya, setiap orang pasti pernah menghadapi sebuah masalah, baik masalah ringan maupun berat. Semua itu merupakan ketentuan dari Sang Khalik. Saat ini, banyak sekali masalah yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Berbagai cara dilakukan dan ditempuh untuk dapat keluar dari permasalahan yang ada. Ada yang datang ke seorang ahli psikologi, bahkan tak sedikit pula atau juga ada yang mencari jalan pintas datang ke dukun. Sebagai agama yang dianggap sempurna oleh penganutnya, agama islam ternyata telah mengajurkan atau memperbolehkan menggunakan suatu benda atau amalan yang tidak mengandung syirik.

Maksudnya syirik yaitu yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, mengandung kata-kata atau benda kemusyrikan, kebathilan, penyebutan nama-nama asing (terkadang disisipi nama raja jin) namun karena dalam bahasa arab orang kita tidak paham dan lain-lain.

Dalam salah satu hadis menyebutkan di antaranya adalah riwa­yat yang berasal dari Abdullah bin ‘Ukaim: “Barang siapa yang menggantungkan sesuatu, maka ia diserahkan kepadanya.” Menurut mereka, yang dimak­sud dengan hadits itu adalah, “Barangsiapa yang memakai jimat syirik, maka ia akan diserahkan kepadanya. Dan barang siapa yang memakai sesuatu yang terdiri dari ayat, maka ia diserahkan kepada pemilik ayat tersebut, yaitu Allah.”

Jadi telah sepakat akan haramnya memakai jimat yang terdiri dari benda-benda atau sesuatu yang bertuliskan nama-­nama yang tidak diketahui, kalimat-kalimat yang tidak bisa dipahami, maka tinggallah satu pertanyaan lagi. Dan hukum boleh jika memakai jimat (berupa benda atau tulisan) yang terdiri dari ayat-ayat al-Qur’an murni, atau bertuliskan hadits Rasulullah semata, tanpa dicampur bacaan lainnya termasuk mantra­-mantra.

Apabila benda-benda ter­sebut bertuliskan murni ayat atau doa Rasulullah, tanpa dicampur dengan lainnya (seperti potongan huruf dan angka hijaiyyah atau potongan-potongan simbol-simbol bintang, pedang dan lain sebagainya) lalu dipakai sebagai jimat, maka para ulama  berpendapat mengenai hukumnya adalah boleh.

Begitu pula dengan menggunakan mani gajah yang tergolong dalam benda, namun Anda harus mempunyai keyakinan dalam menggunakan mani gajah hanya lah sebuah perantara, dan selalu yakini dalam hati Anda bahwa kesuksesan yang Anda dapatkan nantinya adalah hasil karunia Allah SWT, bukan karena benda ini.

Mani Gajah merupakan sarana atau media pengasihan yang memiliki daya pemikat tingkat tinggi. Tersohor akan daya pemikat yang dimilikinya, Mani Gajah banyak diburu oleh para petualang cinta. Mereka yang memiliki urusan asmara, ingin didekatkan dengan pasangan hidupnya dan menjalin kerukunan dengan lawan jenis merupakan suatu keinginan yang banyak diharapkan oleh setiap orang.

Mani Gajah dengan mendayagunakan energi pengasihan yang dimilikinya untuk melipatgandakan pancaran daya tarik seseorang sekaligus mengolah cakra jantung sebagai pusat segala macam emosi dan perasaan. Energi Mani Gajah juga akan secara otomatis membuka aura kecantikan/ketampanan dan aura pengasihan orang yang memilikinya.

Sarana atau media pengasihan yang memiliki dua bentuk yakni Batu dan Minyak ini merupakan solusi spiritual yang akan menyempurnakan kehidupan asmara Anda. Di tangan Ustadz Ajib Mustajib Mani Gajah diisi dengan doa-doa khusus yang pada akhirnya memperkuat energi pemikat yang terkandung di dalam nya. Penjelasan lengkap tentang Mani Gajah dapat Anda baca DISINI!